Maluku merupakan provinsi yang kaya budaya, sejarah, dan sumber daya alam. Di balik pesona keindahan alamnya, terdapat kisah inspiratif dari seorang pengusaha perempuan bernama Deasy Sapulette yang berhasil membangun Sapulette Mart sebagai jaringan retail lokal yang sukses di Ambon, Maluku. Kisah Deasy menjadi bukti bahwa kerja keras, inovasi, serta semangat membangun negeri dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Deasy Sapulette lahir dan besar di Ambon, Maluku. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang membekalinya nilai kerja keras sejak dini. Setelah menyelesaikan pendidikan, Deasy mulai membantu usaha orang tua yang bergerak di bidang penjualan sembako. Pengalaman tersebut membuka wawasan Deasy mengenai kebutuhan masyarakat di Maluku dan tantangan menghadapi keterbatasan akses barang kebutuhan sehari-hari.
Menyadari peluang, Deasy memutuskan untuk mendirikan toko kelontong kecil pada tahun 2013. Modal awalnya berasal dari tabungan pribadi dan dana pinjaman keluarga. Toko pertamanya berlokasi di daerah strategis, sehingga mudah dijangkau masyarakat sekitar. Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Deasy menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan stok barang, persaingan dengan toko-toko lama, serta kepercayaan pelanggan yang belum maksimal.
Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, toko kelontong Deasy mulai berkembang pesat. Ia menyadari bahwa pelayanan yang baik, kejujuran, dan harga yang terjangkau menjadi kunci utama keberhasilan usahanya. Deasy mengutamakan prinsip "melayani dengan hati" kepada setiap pelanggan yang datang.
Tahun 2015, Deasy berinovasi dengan mendirikan Sapulette Mart sebagai jaringan toko modern yang menawarkan berbagai produk kebutuhan harian dengan sistem self-service. Konsep ini tergolong baru di Maluku, terutama di Ambon. Sapulette Mart menekankan kebersihan, kenyamanan, serta kelengkapan produk yang ditawarkan. Dengan mengadopsi sistem ritel modern, toko Sapulette Mart mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini mendorong Deasy untuk memperluas jaringan hingga lebih dari 5 cabang di Ambon dan sekitarnya.
Keberhasilan Deasy Sapulette tidak terlepas dari beberapa prinsip yang ia terapkan dalam bisnisnya, yaitu:
Strategi tersebut terbukti efektif. Sapulette Mart menjadi toko pilihan masyarakat Ambon untuk berbelanja kebutuhan harian dengan harga yang kompetitif dan kualitas terjaga. Selain itu, Sapulette Mart turut andil dalam meningkatkan perekonomian Maluku melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Deasy tidak hanya fokus pada profit bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial. Melalui Sapulette Mart, ia sering mengadakan kegiatan sosial seperti pembagian sembako kepada warga kurang mampu, pelatihan bisnis untuk UMKM lokal, serta mendukung sekolah-sekolah di wilayah Ambon dengan bantuan alat tulis dan kebutuhan lainnya.
Salah satu program andalan Deasy adalah "Sapulette Peduli", yaitu program pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah, termasuk saat terjadi bencana alam. Hal ini memperkuat reputasi Sapulette Mart sebagai toko yang peduli dan dekat dengan masyarakat Maluku.
Atas dedikasinya, Deasy Sapulette menerima berbagai penghargaan dari pemerintah daerah Maluku serta berbagai organisasi bisnis nasional. Ia juga pernah menjadi pembicara di seminar bisnis dan inspirasi bagi banyak perempuan pengusaha muda di Indonesia Timur.
Beberapa pencapaian yang telah diraih antara lain:
Deasy Sapulette selalu membagikan pesan bahwa sukses bukan hanya soal materi, melainkan keberanian untuk bermimpi dan berusaha. Melalui Sapulette Mart, ia menjadi motivator bagi perempuan Maluku agar tidak ragu memulai usaha sendiri dan berperan aktif dalam membangun daerahnya. Kisahnya sering dijadikan teladan di sekolah-sekolah dan komunitas muda di Ambon.
Deasy percaya bahwa tantangan adalah peluang untuk berkembang. Ia tidak pernah berhenti belajar, baik melalui pengalaman maupun pelatihan bisnis. Bagi Deasy, membangun Sapulette Mart bukan sekadar untung rugi, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal dan mengangkat potensi Maluku melalui bisnis.
Ke depan, Deasy memiliki visi memperluas Sapulette Mart di seluruh wilayah Maluku. Ia berharap lebih banyak produk lokal bisa diangkat dan dijual di Sapulette Mart, sehingga masyarakat pelosok Maluku juga dapat menikmati barang berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, Deasy ingin Sapulette Mart menjadi pusat pendidikan enterpreneurship bagi masyarakat Maluku.
Deasy juga bertekad terus berkontribusi dalam pengembangan UMKM Maluku, memberikan pelatihan dan motivasi agar makin banyak wirausaha baru bermunculan. Ia percaya bahwa berkembangnya UMKM akan memperkuat ekonomi Maluku secara keseluruhan.
Kisah Deasy Sapulette dan Sapulette Mart di Maluku menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Deasy bukan hanya membangun bisnis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan sosial di Maluku. Semangatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda dan perempuan di Indonesia Timur. Sapulette Mart kini menjadi contoh bahwa usaha lokal memiliki potensi besar untuk berkembang, asalkan didukung dedikasi dan visi yang jelas.