Grace Watti adalah salah satu pengusaha muda yang berhasil membawa nama Maluku menjadi semakin dikenal lewat bisnisnya, Watti Coffee Shop. Lahir dan besar di Ambon, Grace tumbuh di tengah suasana keluarga yang sederhana namun penuh kehangatan. Sejak kecil, ia selalu bercita-cita membangun sesuatu yang bisa menjadi manfaat bagi banyak orang di sekitarnya, khususnya masyarakat Maluku.
Terinspirasi dari kekayaan alam Maluku yang terkenal dengan kopi, Grace memutuskan untuk membuka sebuah kedai kopi yang mengangkat cita rasa dan budaya lokal. Dengan modal semangat, kepercayaan diri, dan dukungan keluarga, Grace memulai perjalanannya sebagai entrepreneur dari bawah, menghadapi berbagai tantangan dan rintangan.
Kisah sukses Watti Coffee Shop berawal dari Grace yang kerap mengadakan kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga sambil menikmati kopi khas Maluku. Dari sana muncul ide untuk membuka kedai kopi yang tidak hanya menjual kopi sebagai minuman, tetapi juga sebagai pengalaman budaya. Pada tahun 2018, Grace mendirikan Watti Coffee Shop di pusat kota Ambon dengan konsep sederhana namun menonjolkan kekhasan Kopi Maluku.
Pada awalnya, tantangan terbesar adalah meyakinkan masyarakat Maluku akan keunikan kopi lokal dan kualitasnya, serta membangun jaringan pemasok kopi dari petani lokal. Grace berusaha menjalin hubungan langsung dengan petani kopi di pegunungan Seram dan daerah lain di Maluku, memastikan bahwa biji kopi yang digunakan adalah yang terbaik dan diproses secara tradisional.
Tidak mudah membangun bisnis di kawasan timur Indonesia, terutama di bidang kuliner kopi. Grace harus menghadapi tantangan logistik, keterbatasan teknologi, dan pemahaman masyarakat yang masih cenderung memilih produk luar. Tidak jarang ia harus turun sendiri ke kebun, memastikan kualitas kopi, dan melakukan pemasaran secara langsung kepada masyarakat Ambon dan wisatawan.
Pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan berat bagi Watti Coffee Shop. Dengan pembatasan aktivitas, Grace harus berinovasi agar bisnisnya tetap berjalan. Ia mulai menawarkan layanan pesan antar kopi, mengikuti tren digital dengan memanfaatkan media sosial untuk promosi, dan menciptakan paket kopi khas Maluku yang bisa dikirim ke berbagai daerah.
Salah satu keunikan dari Watti Coffee Shop adalah menyajikan kopi dengan cara tradisional Maluku, seperti kopi tubruk dan kopi saring, serta menawarkan menu-menu with infused spices khas Maluku, seperti pala, cengkeh, dan kayu manis. Setiap cangkir disajikan dengan senyuman dan cerita mengenai asal usul kopi tersebut.
Tidak hanya fokus pada kopi, Grace dan timnya juga memperkenalkan makanan ringan lokal seperti "sagu lempeng", "kue kenari", dan "bikas" sebagai pendamping kopi. Watti Coffee Shop juga rutin mengadakan event seperti diskusi budaya, workshop barista, dan pameran kerajinan lokal untuk mendorong interaksi dan meningkatkan semangat kebersamaan di Ambon.
Watti Coffee Shop bukan hanya tempat minum kopi, tapi telah menjadi pusat aktivitas komunitas dan pelestarian budaya Maluku. Grace aktif mendukung kegiatan sosial, seperti pelatihan pengolahan kopi bagi pemuda desa, serta menginisiasi program pemberdayaan petani kopi lokal agar mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi.
Grace percaya bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang memberi manfaat untuk sekitarnya. Oleh karena itu, Watti Coffee Shop memprioritaskan pembelian kopi dari petani lokal dengan harga yang adil dan transparan. Selain itu, sebagai upaya mendukung ekosistem berkelanjutan, Grace menerapkan prinsip ramah lingkungan seperti penggunaan gelas reusable dan pengelolaan limbah organik untuk kompos.
Sejak berdiri, Watti Coffee Shop telah meraih berbagai penghargaan lokal maupun nasional, termasuk sebagai salah satu “Coffee Shop Inspiratif Indonesia Timur” dari beberapa media nasional. Grace juga kerap menjadi narasumber di seminar kewirausahaan UMKM, membagikan pengalamannya dalam membangun bisnis berbasis lokal yang inovatif.
Tidak hanya itu, Watti Coffee Shop telah membantu meningkatkan perekonomian petani kopi di Maluku. Hingga saat ini, Watti Coffee Shop telah bermitra dengan lebih dari 50 petani kopi, hasil panen mereka kini mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Produk kopi Maluku kini semakin dikenal dan diminati oleh pecinta kopi di Jakarta, Surabaya, hingga Singapura.
Grace Watti bermimpi agar kopi Maluku bisa menjadi salah satu identitas kuliner Indonesia di dunia. Ia berharap Watti Coffee Shop dapat melakukan ekspansi ke kota-kota lain di Indonesia, sekaligus memperluas pemberdayaan petani kopi di kawasan timur.
Dengan semangat dan dedikasi yang terus menyala, Grace berkomitmen untuk menjaga kualitas dan nilai perjuangan Watti Coffee Shop. Ia ingin terus mengembangkan inovasi produk, memperkuat branding kopi Maluku, dan mendorong generasi muda di Ambon untuk berani bermimpi dan berwirausaha.
Kisah Grace Watti dan Watti Coffee Shop mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang dengan mudah, tetapi melalui kegigihan, kerja keras, serta keinginan untuk belajar dan beradaptasi. Grace menjadi salah satu role model bagi pengusaha muda daerah yang ingin membangun usaha dengan nilai-nilai lokal.
Melalui perjalanan Watti Coffee Shop, Grace membuktikan bahwa inovasi, kolaborasi, dan keberanian mengambil peluang bisa membawa perubahan besar, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Kisah ini menjadi bukti bahwa keberhasilan dimulai dari sebuah mimpi, diperkuat oleh komitmen, serta dihiasi dengan semangat berbagi dan pelestarian budaya.
Dengan kerja keras, inovasi, dan cinta terhadap budaya lokal, Grace Watti telah berhasil membangun Watti Coffee Shop menjadi ikon kuliner dan komunitas di Maluku. Semoga kisah sukses ini dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk memberdayakan potensi daerahnya melalui bisnis yang berwawasan sosial dan budaya.
Watti Coffee Shop bukan hanya tempat menikmati kopi, tetapi juga tempat memupuk harapan, menyebarkan inspirasi, dan membangun masa depan Maluku yang lebih cerah.