Di balik kesuksesan usaha kuliner di Maluku, tersimpan perjalanan inspiratif seorang wanita tangguh bernama Lely Latuheru. Ia adalah pendiri dan pemilik Latuheru Cake, sebuah bisnis kue yang kini menjadi ikon kuliner di Maluku dan dikenal luas oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Kisahnya bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang perjuangan, tekad, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
Lely lahir dan besar di Ambon, Maluku. Sejak kecil, ia telah terbiasa melihat dan membantu orang tua membuat kue tradisional di dapur rumah. Bakatnya semakin terasah ketika mengikuti berbagai pelatihan memasak dan membuat kue. Setelah lulus sekolah, Lely memutuskan untuk menekuni dunia kuliner, karena ia percaya bahwa makanan adalah sarana menyampaikan cinta dan cerita budaya Maluku kepada banyak orang.
Pada awalnya, Lely hanya membuat kue untuk keluarga dan tetangga sekitar. Namun, apresiasi yang diberikan membuatnya semakin percaya diri untuk membuka usaha kecil-kecilan dari rumah. Nama “Latuheru Cake” diambil dari nama keluarganya, sebagai bentuk penghormatan terhadap akar dan nilai tradisi di Maluku.
Perjalanan Latuheru Cake tidak selalu mulus. Modal yang terbatas, keterbatasan alat, dan pasar yang belum luas menjadi tantangan utama. Namun, Lely tidak pernah menyerah. Ia rajin mengikuti bazar dan pameran kuliner di Ambon, membawa kue-kue buatan tangannya dengan penuh harapan.
Salah satu tantangan berat adalah ketika ia harus bersaing dengan kue-kue modern dari luar Maluku yang mulai masuk ke pasar lokal. Namun, Lely punya strategi berbeda: ia mengangkat cita rasa lokal dengan sentuhan modern. Kue kenari, lapis legit Maluku, dan banana cake khas Ambon menjadi produk unggulannya.
Latuheru Cake semakin dikenal karena inovasi Lely dalam menciptakan variasi produk. Ia memadukan bahan-bahan tradisional seperti kenari, sagu, dan pisang, dengan teknik baking modern. Kue-kue buatannya tidak hanya lezat, tapi juga memiliki tampilan yang menggugah selera.
Salah satu inovasi terbesar adalah “Kenari Cake Ambon”, yang memadukan kenari premium Maluku dengan adonan cake lembut. Selain itu, Lely juga mengadopsi kemasan kekinian, sehingga produknya mudah dibawa sebagai oleh-oleh dan hadiah. Inovasi ini membuat Latuheru Cake semakin diminati, terutama oleh wisatawan domestik dan luar negeri.
Lely tidak hanya memikirkan bisnisnya sendiri. Ia melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi, mulai dari pemasok bahan hingga tenaga kerja di dapur dan toko. Melalui pelatihan dan bimbingan, ia membantu ibu-ibu rumah tangga di Ambon untuk mengembangkan keterampilan membuat kue dan mendapatkan penghasilan tambahan.
Selain itu, Lely sering mengadakan workshop dan kelas memasak gratis untuk anak-anak muda, mengajarkan pentingnya menjaga warisan resep lokal. Ia yakin, jika generasi muda Maluku mengenal dan mencintai kuliner khas daerah, maka budaya lokal akan tetap lestari.
Usaha keras Lely memperoleh pengakuan dari berbagai kalangan. Latuheru Cake memenangkan penghargaan “UKM Berprestasi Maluku” tahun 2021 dan “Best Culinary Innovation” pada festival kuliner nasional. Media lokal dan nasional sering mengulas kisahnya, menjadikannya inspirasi bagi pengusaha wanita di Indonesia Timur.
Tidak hanya di Maluku, kini Latuheru Cake dikenal hingga luar pulau. Pemesanan online semakin meningkat, terlebih setelah Lely memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook untuk pemasaran. Dengan branding yang kuat dan cerita personal yang menyentuh, Latuheru Cake menjadi simbol kebanggaan Maluku.
Satu resep khas Latuheru Cake yang paling digemari adalah Kenari Cake Ambon. Kue ini memiliki tekstur lembut, rasa manis yang pas, dan aroma kenari yang khas Maluku. Bahan utama yang digunakan adalah kenari Ambon, tepung terigu, gula, telur, dan butter lokal. Proses pembuatannya dilakukan dengan cermat, demi menjaga kualitas setiap potong Kenari Cake.
Kenari Cake Ambon sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Maluku. Banyak pelanggan yang mengaku, setiap gigitan kue ini mengingatkan mereka pada kehangatan dan keramahan Ambon, tanah air Maluku.
Dari kisah Lely Latuheru dan Latuheru Cake, kita belajar bahwa kerja keras, konsistensi, serta keberanian untuk berinovasi adalah kunci utama meraih sukses. Lely selalu berpesan kepada para generasi muda Maluku agar tidak takut bermimpi dan memulai usaha.
Ia berharap semakin banyak pebisnis lokal yang berani mengembangkan produk khas daerah dengan kualitas unggul, sehingga Maluku bisa dikenal dunia melalui kuliner, budaya, dan keramahan. Bagi Lely, setiap kue yang ia buat adalah bentuk cinta untuk tanah kelahiran dan masyarakat Maluku.
Kisah sukses Lely Latuheru dan Latuheru Cake adalah bukti nyata bahwa usaha kecil pun bisa tumbuh besar dengan ketekunan dan inovasi. Melalui perjalanan panjangnya, Lely telah memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan ekonomi dan pelestarian budaya kuliner Maluku.
Kini, Latuheru Cake menjadi salah satu destinasi kuliner wajib di Ambon dan sekitarnya. Banyak orang, baik dari dalam maupun luar Maluku, terinspirasi oleh cerita Lely dan cita rasa kue-kue buatannya. Lely Latuheru membuktikan bahwa impian dan kerja keras selalu membuahkan hasil terbaik.
Semoga kisah ini menginspirasi siapa saja yang ingin memulai usaha dari nol, menjaga nilai budaya, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Maluku, lewat tangan kreatif Lely Latuheru, semakin harum namanya di dunia kuliner Indonesia.