Kisah sukses pengusaha perempuan asal Maluku, Mery Rumahlewang, telah menginspirasi banyak orang muda di wilayah timur Indonesia. Bermodalkan tekad yang kuat dan semangat bekerja, Mery mampu membangun Rumahlewang Kos, sebuah bisnis kos-kosan di Ambon yang kini menjadi salah satu referensi utama bagi anak rantau dan mahasiswa di Maluku.
Mery Rumahlewang lahir dan besar di Desa Rumahlewang, salah satu desa kecil di Maluku. Latar belakangnya sebagai anak petani membuat Mery memahami betapa pentingnya pendidikan dan usaha keras dalam kehidupan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia berjuang membiayai kuliahnya dengan menjadi asisten dosen dan melakukan berbagai pekerjaan serabutan. Pengalaman inilah yang akhirnya membentuk mental dan visi bisnis Mery.
Pada tahun 2018, Mery mulai merintis usaha kos-kosan di tengah keterbatasan. Dengan dukungan keluarga dan modal seadanya, ia membangun beberapa kamar kos di halaman rumah orang tuanya. Tidak mudah bagi Mery di awal, apalagi dengan persaingan kos-kosan lain di Ambon. Namun, ia yakin bahwa pelayanan yang ramah dan fasilitas bersih bisa menjadi daya tarik utama.
Rumahlewang Kos dikenal dengan fasilitasnya yang lengkap, mulai dari kamar tidur nyaman, kamar mandi bersih, akses internet, hingga dapur bersama. Mery menekankan kenyamanan dan keamanan sebagai prioritas utama. Ia bahkan menyediakan ruang untuk kegiatan bersama, sehingga penghuni kos bisa saling berinteraksi, menjadikan atmosfer keakraban dan kekeluargaan.
Satu hal yang membedakan Rumahlewang Kos dari kos lain adalah komitmen Mery dalam membantu mahasiswa yang kesulitan finansial. Ia menyediakan program diskon dan pembayaran fleksibel untuk penghuni yang membutuhkan, serta mengadakan bimbingan motivasi dan konsultasi rutin. Pendekatan ini membuat Rumahlewang Kos cepat dikenal di kalangan mahasiswa dan pekerja muda di Ambon.
Pandemi COVID-19 menjadi tantangan besar bagi dunia usaha, termasuk bagi Rumahlewang Kos. Banyak penghuni yang harus pulang kampung dan pemasukan kos turun drastis. Namun, Mery tidak menyerah. Ia beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan, memberikan potongan harga, dan memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan kos secara daring.
Selain itu, Mery mulai mengembangkan program kos harian untuk mendukung mereka yang datang ke Ambon dalam waktu singkat. Ia juga membuka peluang usaha bagi warga lokal untuk bekerja sebagai staf kos, sehingga berdampak langsung ke perekonomian desa Rumahlewang.
Usaha keras dan dedikasi Mery membuahkan hasil. Pada tahun 2021, Rumahlewang Kos mendapat penghargaan dari pemerintah daerah Maluku sebagai “Kos Ramah Mahasiswa”. Banyak media lokal yang menyoroti inovasi dan kepedulian Mery terhadap mahasiswa dan anak rantau. Bahkan, beberapa perguruan tinggi di Ambon menjadikan Rumahlewang Kos sebagai rekomendasi resmi untuk tempat tinggal mahasiswa baru dari luar daerah.
Kini, Rumahlewang Kos telah berkembang menjadi lebih dari 30 kamar, dengan fasilitas modern dan pelayanan profesional. Mery juga aktif sebagai narasumber di berbagai seminar kewirausahaan, menceritakan pengalamannya agar semakin banyak pemuda Maluku yang terinspirasi untuk memulai bisnis dan membantu sesama.
Mery menjadikan prinsip “Bekerja dengan hati dan berpikir untuk orang lain” sebagai pegangan utama dalam bisnisnya. Ia terus berusaha membangun relasi baik dengan penghuni kos, menjaga kualitas fasilitas, dan selalu terbuka terhadap kritik serta masukan.
Ia percaya bahwa kesuksesan bukan hanya tentang keuntungan materi, tetapi tentang dampak sosial dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Karena itu, Mery melibatkan komunitas lokal, memberikan pelatihan kepada perempuan dan anak muda supaya mereka tidak takut memulai usaha.
Rumahlewang Kos telah menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil bisa memberikan perubahan besar. Banyak alumni penghuni kos kini sukses menjadi pegawai, guru, dan pengusaha muda yang mengaku terinspirasi oleh pelayanan dan kepedulian Mery. Selain usaha kos-kosan, Mery juga menjadi mentor bagi kelompok wirausaha di Maluku yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak muda desa.
Di bawah kepemimpinannya, Rumahlewang Kos menjadi pusat kegiatan komunitas, seperti pelatihan keterampilan digital, seminar motivasi, dan bazar produk lokal. Kegiatan ini membuka peluang baru bagi warga dan meningkatkan solidaritas di desa Rumahlewang.
Mery berharap semakin banyak anak muda Maluku berani bermimpi dan mengambil langkah nyata dalam berwirausaha. Ia mengatakan, “Jangan takut memulai dari nol. Jika kita mau belajar dan terus berusaha, peluang akan datang pada saat yang tepat. Jadikan tantangan sebagai kekuatan untuk terus maju.”
Di masa depan, Mery ingin memperluas usaha kos-kosan ke kabupaten lain di Maluku, serta bekerja sama dengan pemerintah dan institusi pendidikan untuk membuka program pelatihan keterampilan bagi warga desa. Ia juga berkomitmen menjaga kualitas pelayanan Rumahlewang Kos agar tetap menjadi rumah nyaman bagi setiap anak rantau yang datang ke Maluku.
Kisah sukses Mery Rumahlewang dan Rumahlewang Kos bukan sekadar cerita tentang bisnis, tetapi juga tentang semangat, harapan, dan kepedulian sosial. Dari desa kecil di Maluku, Mery membuktikan bahwa dedikasi, ketekunan, dan komitmen untuk membantu sesama dapat membawa perubahan berarti. Rumahlewang Kos kini tak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga pusat inspirasi dan pemberdayaan bagi generasi muda.
Jika Anda sedang mencari motivasi atau ingin memulai usaha sendiri, perjalanan Mery adalah bukti bahwa siapa pun bisa sukses asal mau bekerja keras dan berbagi dengan orang lain. Rumahlewang Kos terus menjadi harapan baru di bumi Maluku, tempat kemajuan dan solidaritas tumbuh dari sebuah rumah sederhana.