Di balik pesona alam Maluku yang kaya akan keindahan laut dan gugusan pulau yang memikat, terdapat sebuah kisah inspiratif mengenai kegigihan dan dedikasi seorang perempuan bernama Retno Mairuhu. Lewat tangan dinginnya, Mairuhu Homestay berkembang menjadi salah satu penginapan favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Inilah kisah sukses beliau dalam menghadirkan pariwisata berkelanjutan di tanah Maluku.
Retno Mairuhu lahir dan besar di Pulau Seram, Maluku Tengah. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kehangatan kehidupan pesisir dan keramahan masyarakat Maluku. Meski kehidupan di pulau tidak semudah kota-kota besar di Indonesia, Retno tak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar dan berkembang. Ia melihat potensi besar Maluku sebagai destinasi wisata bahari, namun sangat sedikit penginapan yang mampu memberikan pengalaman budaya dan kenyamanan sekaligus.
Inspirasi membangun homestay muncul ketika Retno bertemu sejumlah wisatawan asing yang mengeluhkan sulitnya mencari akomodasi yang nyaman dan bersih di Seram. Dari sanalah muncul ide sederhana: memanfaatkan rumah keluarganya dengan menambah beberapa fasilitas sederhana untuk menyambut tamu. Dengan modal seadanya, pada tahun 2017 berdirilah Mairuhu Homestay di Desa Sawai, sebuah desa kecil yang terkenal dengan keindahan Teluk Sawai dan keramahannya.
Membuka homestay di desa terpencil tentu tidak mudah. Retno menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:
Namun, tekad Retno tidak pernah surut. Ia belajar dari internet, mengikuti pelatihan pariwisata, dan aktif melibatkan diri dalam berbagai komunitas penggerak wisata. Perlahan, Retno berhasil mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama membangun kampung pariwisata yang ramah dan bersahabat.
Keberhasilan Mairuhu Homestay bukan hanya dari keindahan alam sekitar, namun juga berkat strategi cerdas dan kerja keras Retno dalam mengelola usahanya, di antaranya:
Sejak berdirinya Mairuhu Homestay, geliat ekonomi di Desa Sawai mulai terasa. Tidak hanya keluarga Retno yang mendapat manfaat, namun warga sekitar juga mulai menawarkan jasa penginapan serupa, membuka warung makan, serta menjual cendera mata lokal. Anak-anak muda kini lebih percaya diri dan terbuka dengan kehadiran wisatawan.
Lebih dari itu, Retno juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan budaya lokal. Ia mendorong pemberdayaan perempuan di desanya agar ikut serta dalam pengelolaan pariwisata, seperti membuat kerajinan tangan, memasak masakan tradisional, atau menjadi pemandu snorkeling.
Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Mairuhu Homestay kini menjadi salah satu penginapan paling direkomendasikan di Maluku Tengah, khususnya oleh backpacker dan wisatawan yang menginginkan pengalaman lokal otentik. Dalam beberapa tahun terakhir, pengunjung dari Eropa, Amerika, dan Australia semakin banyak berkunjung ke Sawai.
Beberapa kegiatan favorit tamu di Mairuhu Homestay antara lain:
Semua aktivitas tersebut dikelola secara berkelanjutan, demi memastikan kelestarian lingkungan dan budaya setempat tetap terjaga.
Atas dedikasinya, Retno Mairuhu telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah daerah dan lembaga pariwisata nasional. Mairuhu Homestay bahkan kerap dijadikan lokasi kunjungan studi tiru oleh pelaku wisata dari daerah lain di Indonesia. Media nasional pun banyak yang mengangkat kisah sukses Retno dalam membangun ekowisata berbasis masyarakat.
Kisah Retno Mairuhu dan Mairuhu Homestay adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa dicapai dengan keberanian untuk mencoba dan semangat kolaborasi. Keberhasilan ini memberi inspirasi bagi generasi muda Maluku untuk mencintai alam, menjaga budaya, dan berani menjadi penggerak perubahan di daerah asal masing-masing.
Retno selalu berpesan kepada anak-anak muda: "Jika ingin melihat daerahmu maju, mulailah dari dirimu sendiri. Jadikan potensi lokal sebagai kekuatan yang membanggakan."
Tidak mudah memang menjalani perjalanan sebagai pelopor pariwisata desa dan homestay di kawasan timur Indonesia. Namun, Retno Mairuhu membuktikan bahwa dengan kerja keras, niat tulus, dan semangat gotong-royong, sekecil apapun usaha yang dilakukan akan berdampak besar bagi banyak orang. Keberhasilan Mairuhu Homestay di Maluku semakin menegaskan bahwa potensi wisata Indonesia sangat luas jika dikelola dengan baik oleh putra-putri daerah.