Maluku sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan rempah dan kuliner tradisional yang menggoda. Namun, eksistensi pelaku UMKM yang mampu merambah bisnis kuliner modern masih tergolong terbatas. Di tengah tantangan itu, Yani Anakotta, seorang perempuan inspiratif asal Kota Ambon, berhasil menjadi pelopor dalam membangun usaha kue modern yang kini menjadi kebanggaan masyarakat lokal, yaitu Anakotta Cake.
Yani Anakotta merupakan perempuan kelahiran Ambon yang tumbuh di keluarga sederhana. Sejak kecil, ia terbiasa membantu sang ibu membuat kue tradisional untuk dijual di pasar. Kegemaran membuat dan mencoba berbagai resep kue terus ia pelihara, hingga akhirnya menjadi modal kuat dalam perjalanan hidupnya.
Setelah menamatkan pendidikan, Yani sempat bekerja di beberapa perusahaan swasta. Namun, dorongan hatinya untuk berwirausaha dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal tak kunjung padam. Tahun 2015 menjadi titik balik, ketika ia mengambil keputusan berani meninggalkan pekerjaannya dan memulai bisnis rumahan di bidang kuliner.
Memulai dari dapur sederhana di rumah orang tuanya, Yani memberanikan diri memproduksi aneka kue bolu dengan cita rasa modern yang dikombinasikan bahan lokal Maluku. Kala itu, tren bisnis cake kekinian seperti bolu gulung, brownies, dan sponge cake mulai naik daun. Yani pun giat memperkaya ilmunya dengan mengikuti kursus baking secara daring, belajar dari kanal YouTube, hingga menjajal berbagai eksperimen di dapur.
Dengan semangat pantang menyerah, Yani mulai menawarkan hasil kreasinya ke tetangga, teman, dan komunitas gereja. Dari mulut ke mulut, perlahan kue buatannya mulai diminati. Melihat respon positif, ia memutuskan memberi nama usahanya Anakotta Cake, meneruskan nama keluarganya yang ia banggakan.
Layaknya bisnis yang dirintis dari nol, perjalanan Anakotta Cake tidak selalu mulus. Yani harus menghadapi tantangan bahan baku yang kadang sulit didapat di Ambon, terutama produk turunan susu dan butter berkualitas. Selain itu, penetrasi pasar awal terasa lambat karena banyak masyarakat masih sangat loyal pada kue-kue tradisional.
Tak jarang, kue produksinya tidak laku terjual dan mengalami kerugian. Namun, Yani tidak menyerah. Ia rajin mengedukasi konsumen tentang keunikan kue modern, serta membuat berbagai inovasi, seperti memadukan rasa lokal (pala, kenari, sukun) ke dalam produk cake dan cookies. Dalam perjalanan bisnisnya, Yani juga tekun membangun branding lewat media sosial serta mengikuti berbagai bazar dan pameran kuliner lokal.
Berkat konsistensi dan inovasi yang terus dilakukan, Anakotta Cake perlahan menjadi salah satu brand cake lokal terpopuler di Maluku. Beberapa pencapaian membanggakan yang diraih di antaranya:
Anakotta Cake kini memiliki gerai utama di pusat Kota Ambon dan satu cabang di kawasan Passo. Strategi penjualan juga semakin berkembang—selain di toko fisik, pemasaran dilakukan lewat media sosial, aplikasi ojek online, hingga sistem reseller di beberapa kota di Maluku.
Anakotta Cake dikenal luas karena menawarkan produk kue modern dengan sentuhan khas Maluku. Beberapa produk andalannya meliputi:
Tidak hanya itu, Anakotta Cake juga rutin menghadirkan variasi produk musiman seperti paket hampers Natal, Idul Fitri, dan produk untuk pesta ulang tahun.
Kesuksesan Yani Anakotta tidak membuatnya lupa diri. Ia aktif memberdayakan perempuan di lingkungan tempat tinggalnya dengan memberikan pelatihan membuat kue dan kesempatan bekerja di Anakotta Cake. Bagi Yani, berbagi pengetahuan dan kesempatan kerja adalah kunci kemajuan UMKM di Maluku.
Melalui komunitas “Perempuan Berkarya Maluku”, Yani menjadi mentor bagi puluhan ibu rumah tangga untuk melek digital marketing, membangun produk kuliner berkualitas, serta memupuk semangat kewirausahaan. Tak heran jika kisahnya sering diundang menjadi narasumber webinar dan talkshow inspirasi bisnis daerah.
Hingga kini, prinsip yang dipegang teguh oleh Yani adalah “Jangan malu menjadi pelaku UMKM di daerah”. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk memulai, konsistensi, inovasi, dan kepekaan menangkap peluang adalah kunci sukses membangun bisnis di mana pun, termasuk di Maluku.
Dengan semangat #BanggaMaluku, Yani berharap agar generasi muda dan perempuan Maluku berani mengambil peran menjadi pelaku perubahan. Ia percaya, dengan kreativitas dan tekad, UMKM lokal bukan sekadar berkontribusi pada ekonomi keluarga tapi juga membawa harum nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional.
Kisah Yani Anakotta dan Anakotta Cake adalah bukti nyata bahwa peluang bisnis dapat diambil dari hal sederhana, seperti kue rumahan. Dengan keberanian, inovasi, dan kerja keras, Yani mengubah tantangan menjadi peluang, membesarkan nama Anakotta Cake sebagai ikon kuliner modern Maluku, dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitarnya. Semoga kisah sukses ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berkarya dan memajukan daerahnya.