Di balik kemegahan Sapulette Hotel yang kini menjadi ikon pariwisata di Maluku, terdapat kisah inspiratif dari pendirinya, Henry Sapulette. Berasal dari keluarga sederhana di Ambon, Henry tumbuh dengan impian besar untuk memajukan daerahnya. Semangat kewirausahaan yang ia miliki sejak muda, juga didorong oleh keinginan melihat Maluku lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Sejak kecil, Henry telah terbiasa membantu bisnis kecil milik orangtuanya, yang bergerak di bidang makanan tradisional. Pengalamannya selama bertahun-tahun membuatnya memahami pentingnya pelayanan dan kualitas dalam bisnis. Setelah lulus SMA, Henry memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di bidang pariwisata di Jakarta. Di sana, ia mendapat wawasan tentang industri perhotelan yang membentuk visinya.
Setelah menimba ilmu dan pengalaman di Jakarta, Henry pulang ke Ambon dengan semangat baru dan tekad membangun Maluku. Pada tahun 2011, ia memulai proyek ambisiusnya: Sapulette Hotel. Ia ingin menghadirkan hotel kelas atas dengan nuansa lokal yang kental namun tetap modern.
Tak mudah bagi Henry membangun hotel di tengah keterbatasan infrastruktur dan permodalan. Namun, dengan kemauan keras, ia berhasil menggalang investor lokal dan nasional. Ia juga menjalin kemitraan dengan lembaga pariwisata Maluku untuk mendukung keberhasilan proyek ini.
Sapulette Hotel menghadirkan desain arsitektur yang memadukan unsur tradisional Maluku dengan sentuhan modern. Tidak hanya itu, interior hotel dihiasi berbagai kerajinan tangan dan kain tenun khas daerah yang diambil langsung dari pengrajin lokal. Menu restoran hotel juga menawarkan beragam kuliner Maluku, seperti papeda, ikan kuah kuning, dan sagu lempeng.
Keunikan lain dari Sapulette Hotel adalah komitmennya terhadap lingkungan. Hotel ini mengurangi penggunaan plastik, memanfaatkan energi terbarukan, serta menggelar program edukasi lingkungan bagi tamu dan staf. Henry percaya bahwa hotel ramah lingkungan akan menjadi tren masa depan dan turut melestarikan keindahan Maluku.
Tidak hanya mendatangkan wisatawan dan investasi, Henry juga berkomitmen meningkatkan ekonomi lokal. Sapulette Hotel mempekerjakan mayoritas masyarakat Maluku sebagai staf, chef, hingga manager. Selain itu, hotel selalu melibatkan pengusaha lokal dalam pengadaan kebutuhan hotel, mulai dari bahan makanan hingga kerajinan tangan.
Henry aktif berkolaborasi dengan komunitas-komunitas muda dan UMKM di Ambon serta Ternate. Ia sering mengadakan pelatihan hospitality, tata boga, dan manajemen usaha secara gratis bagi anak-anak muda Maluku. Melalui mentoring dan pelatihan, Henry ingin memotivasi generasi muda agar berani memulai usaha sendiri dan menumbuhkan semangat entrepreneurship.
Kerja keras Henry dan timnya membuahkan hasil. Sapulette Hotel kini menjadi salah satu hotel unggulan di Maluku, dengan tingkat hunian tinggi terutama di masa liburan. Hotel ini juga menjadi pilihan utama bagi tamu-tamu nasional dan internasional, mulai dari wisatawan hingga delegasi resmi pemerintahan.
Sapulette Hotel telah menerima berbagai penghargaan, seperti Best Local Hotel Maluku, Green Hospitality Award, dan penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atas dedikasi memajukan pariwisata daerah. Henry Sapulette juga didapuk sebagai “Tokoh Inspirasi Maluku” oleh media nasional.
Tidak berhenti di satu hotel, Henry kini sedang merancang ekspansi Sapulette Hotel ke beberapa daerah lain di Maluku, seperti Ternate dan Sorong. Ia berharap pengembangan hotel dan fasilitas pariwisata akan meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Henry kerap membagikan tips sukses di berbagai seminar:
Kisah Henry Sapulette dan Sapulette Hotel menjadi inspirasi bagi banyak orang di Maluku dan Indonesia. Dalam menghadapi tantangan, Henry selalu mengutamakan semangat kebersamaan, kearifan lokal, dan inovasi. Ia membuktikan bahwa mimpi besar dan kerja keras bisa membawa perubahan bagi daerah tercinta.
Dari seorang anak Ambon yang sederhana, Henry telah menjelma sebagai pengusaha sukses dan pendorong kemajuan Maluku. Kehadiran Sapulette Hotel bukan hanya menjadi tempat penginapan, tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata daerah serta wadah pemberdayaan masyarakat lokal.
Kisah ini mengajarkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang bagaimana dampak positif yang kita berikan untuk lingkungan dan sesama. Sapulette Hotel menjadi bukti nyata bahwa jika seseorang percaya pada nilai lokal dan terus berinovasi, maka sukses dan perubahan akan mengikuti.
Kini, Sapulette Hotel berdiri megah dan menjadi salah satu destinasi wajib ketika berkunjung ke Maluku. Pelayanan yang hangat, keunikan budaya yang terasa, serta komitmen terhadap lingkungan membuat hotel ini terus menjadi pilihan favorit. Henry Sapulette membuktikan bahwa Maluku bisa bersaing di industri pariwisata nasional dan internasional dengan mengedepankan budaya, kualitas, dan inovasi.
Kisah sukses Henry Sapulette dan Sapulette Hotel adalah lambang transformasi Maluku yang membangkitkan optimism dan semangat baru. Semoga perjalanan Henry terus menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan memajukan daerah mereka sendiri.