Di balik kemajuan pariwisata Maluku, terdapat nama yang kini dikenal sebagai salah satu pelaku bisnis perhotelan paling inspiratif: Ria Sapulette. Ia adalah sosok di balik berdirinya Sapulette Hotel, salah satu hotel modern yang telah menjadi bagian dari kemajuan pariwisata dan ekonomi lokal Maluku. Kisah perjuangan dan keberhasilan Ria dalam membangun bisnis dari nol hingga menjadi sukses patut menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda di daerah.
Ria Sapulette lahir dan dibesarkan di Ambon, Maluku. Sejak kecil, ia telah dididik dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kerja keras dan semangat pantang menyerah. Pendidikan formalnya ia selesaikan di Kota Ambon, sebelum melanjutkan studi ke luar daerah dalam bidang manajemen pariwisata. Setelah lulus, Ria kembali ke tanah kelahirannya karena ingin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pengalaman bekerja di beberapa hotel dan sektor pariwisata selama bertahun-tahun menjadi modal utama bagi Ria. Ia banyak mengamati kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke Ambon dan Maluku, terutama minimnya fasilitas hotel yang nyaman, bersih, dan berstandar internasional di daerah tersebut. Inilah yang menjadi ide awal lahirnya Sapulette Hotel.
Memulai bisnis hotel di Maluku bukanlah perkara mudah. Ria menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, mencari lokasi strategis, hingga membangun kepercayaan masyarakat setempat. Modal awal didapatkan dari pinjaman keluarga, tabungan pribadi, serta kerjasama dengan mitra lokal yang melihat potensi pariwisata daerah.
Pada tahun 2012, Sapulette Hotel resmi dibuka di pusat Kota Ambon. Hotel ini menawarkan konsep modern dengan sentuhan khas lokal Maluku, menggabungkan kenyamanan, pelayanan prima, dan kualitas fasilitas yang mumpuni. Ria juga sangat fokus pada pelatihan SDM lokal agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada tamu. Awalnya, hotel ini hanya memiliki 18 kamar, namun dalam beberapa tahun berkembang menjadi lebih besar dengan tambahan fasilitas seperti restoran, ruang rapat, dan layanan tur.
Sapulette Hotel memiliki keunikan tersendiri dibandingkan hotel lain di Maluku. Ria mengutamakan pelayanan yang ramah dan personal, mengangkat budaya lokal dalam berbagai aspek, mulai dari desain interior, makanan, hingga aktivitas wisata. Menu restoran hotel, misalnya, menampilkan hidangan khas Maluku seperti papeda, makanan laut segar, dan sambal colo-colo, yang menjadi favorit para tamu dari luar daerah.
Untuk memaksimalkan promosi, Ria memanfaatkan media sosial dan kerjasama dengan platform digital pemesanan hotel. Ia juga aktif menjalin hubungan dengan travel agent dan komunitas traveler, sehingga hotelnya mendapatkan ulasan positif dan menjadi pilihan utama bagi wisatawan, pebisnis, serta tamu dari institusi pemerintah.
Tidak hanya berinovasi dalam bidang pelayanan, Ria juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Hotelnya menggunakan energi ramah lingkungan, mengelola limbah secara benar, serta mendukung komunitas lokal dengan menyediakan produk kerajinan tangan dan makanan dari UMKM sekitar.
Kehadiran Sapulette Hotel turut mendorong perkembangan pariwisata di Maluku. Hotel ini sering menjadi tempat diselenggarakannya seminar, workshop, dan acara-acara penting yang melibatkan pelaku bisnis, pemerintah, maupun organisasi sosial. Ria juga aktif dalam mempromosikan destinasi wisata Maluku, seperti Pantai Natsepa, Pulau Seram, dan Teluk Ambon melalui paket wisata yang dikelola oleh hotelnya.
Dampak positif dari bisnis ini tidak hanya dirasakan oleh tamu, tetapi juga masyarakat sekitar. Hotel Sapulette mempekerjakan puluhan tenaga kerja lokal, memberikan pelatihan, serta membantu meningkatkan perekonomian komunitas melalui program kemitraan. Selain itu, Ria kerap mengadakan program CSR seperti aksi bersih-bersih pantai, bantuan pendidikan, dan dukungan kepada UMKM.
Berkat komitmennya, Sapulette Hotel telah menerima berbagai penghargaan tingkat regional maupun nasional, seperti "Hotel Terbaik di Maluku" oleh salah satu platform perjalanan, serta penghargaan atas dedikasi dalam pelestarian budaya lokal. Ria Sapulette juga sering diundang sebagai pembicara di forum bisnis dan pariwisata, berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun bisnis hotel yang sukses di daerah.
Salah satu prestasi membanggakan adalah ketika Sapulette Hotel menjadi tuan rumah bagi even internasional, yang melibatkan delegasi dari berbagai negara. Hal ini membuktikan fasilitas dan pelayanan hotel mampu bersaing dengan hotel-hotel di kota besar lainnya. Ria tak pernah berhenti berinovasi dan terus berusaha meningkatkan kualitas bisnisnya agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Dari perjalanan panjangnya, Ria membagikan beberapa tips kunci yang bisa menjadi inspirasi bagi pengusaha muda:
Keberhasilan Sapulette Hotel telah membuka jalan bagi berkembangnya industri perhotelan dan pariwisata di Maluku. Banyak pelaku bisnis lain yang terinspirasi oleh Ria untuk membangun usaha serupa, sehingga Maluku kini menjadi salah satu tujuan wisata yang diperhitungkan. Ria bermimpi untuk memperluas bisnisnya dengan membuka cabang hotel di pulau-pulau lain di Maluku, serta membangun jaringan usaha hospitality yang menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
Ia juga berencana untuk terus meningkatkan pelatihan SDM, mendukung program wisata berkelanjutan, dan memperkenalkan keindahan Maluku ke kancah internasional. Ria yakin, jika masyarakat Maluku bersatu dan terus berinovasi, potensi daerah mereka dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia.
Kisah Ria Sapulette dan Sapulette Hotel menjadi contoh nyata bahwa kerja keras, semangat, dan inovasi dapat membawa perubahan besar bagi individu maupun masyarakat sekitar. Tidak hanya menjadi pengusaha sukses, Ria juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk meraih mimpi dan membangun daerah. Melalui Sapulette Hotel, Ria membuktikan bahwa Maluku mampu menjadi destinasi pariwisata yang berkelas dengan sentuhan budaya lokal yang unik. Semoga kisah ini dapat memotivasi lebih banyak orang untuk mengejar impian dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.